Sunday, November 20, 2016

manajemen bangkrut

Image result for integritas

Suatu hari yang sejuk... sahabat saya berkisah tentang masa-masa sulit dalam bisnisnya. Sebelum tahun 1998 usaha komputernya sangat bagus. Pelanggannya banyak, usaha lancar berjalan dengan beberapa karyawan.
Sejak lulus sekolah tahun 1996 sahabat saya ini tidak pernah menggunakan ijazahnya untuk bekerja. Dia langsung bergabung dengan seniornya untuk berbisnis.

Gejolak negara tahun 1998 berefek  luar biasa pada bidang bisnis. Termasuk bisnis beliau. Nilai tukar  rupiah anjlok mengakibatkan harga komputer melangit. Sejak itu tidak ada lagi penjualan. Semua bisnis berhenti. Sedangkan dana cadangan tergerus overhead. Akibatnya devisa perusahaan minus. Bisa dibilang saat itu sahabat saya mengalami kebangkrutan.

Usaha komputernya terhenti. Ada beberapa orang investor yang menanamkan dananya di bisnis beliau. Dalam kondisi terpuruk tersebut beliau datangi mereka satu persatu. Menjelaskan kondisi bisnisnya. Dan menawarkan apakah dana mereka dijadikan piutang atau dijadikan saham bagi usaha barunya. Semua investornya mempercayakan kembali dananya di kelola sahabat saya tersebut.

Gegara  pager -nya (pager adalah alat komunikasi satu arah zaman 1990-an) berulang kali berbunyi dari banyak konsumen untuk memperbaiki komputer mereka. Hal ini karena hampir semua toko komputer di glodog tutup.
Akhirnya dia memulai dengan fokus usaha di jasa perbaikan komputer. Dengan kelihaiannya dalam berbisnis, dalam waktu singkat pelanggannya terus bertambah dan usaha berkembang pesat.

Beberapa waktu kemudian  beliau melihat peluang usaha wartel. Saat itu handphone  belum seperti sekarang. Memiliki hp merupakan kemewahan. Sehingga orang lebih memilih wartel untuk berkomunikasi.
Untuk membuka usaha wartel dibutuhkan 18 juta. Beliau penasaran dan meneliti sumber pembuatan wartel hingga ke surabaya. Singkat cerita dia menggebrak  pasar dengan harga 15 juta dengan sistem bisnis yang menguntungkan pembeli. Dalam waktu singkat pesanan membludak. Kewalahan dengan permintaan akhirnya dia banyak mempekerjakan teknisi. Para pemilik modal tersenyum, dana mereka terjaga dan berkembang. Bagi hasil di tunaikan sesuai perjanjian.

Kisah lama tersebut tergiang di kepala, ketika sore ini saya membaca otobiograpi manusia ide, Mochtar Riady. Pemilik Lippo Grup.

Tahun 1959 pemerintah Indonesia mengumumkan kebijakan moneter tentang pemotongan nilai mata uang rupiah. Hal tersebut berefek  pada bisnis. Pak Mochtar Riady bercerita saat itu dia bangkrut.

Supaya lebih jelas saya nukilkan secara langsung apa yang dilakukannya pada halaman 55.
"menghadapi kemalangan ini, langkah pertama yang saya ambil adalah segera menyelesaikan semua utang yang berjumlah kecil, tersisa tiga kreditor besar yang belum mampu saya lunasi. Tapi dengan maksud baik dan tulus, saya datangi mereka satu persatu. Saya jelaskan tentang kesulitan yang saya hadapi dan bersedia menyerahkan rumah tinggal saya serta seluruh stok barang yang saya miliki sebagai kompensasi pelunasan utang. Niat baik dan tulus saya mendapat sambutan dan simpati mereka. Lalu mereka memberi kelonggaran waktu pelunasan selama dua tahun tanpa bunga."
Buku itu bercerita bahwa dalam 2 tahun beliau berhasil melunasi semua hutang plus dengan bunganya (walau sudah di bebaskan).
                                

*******

Gentlemen, itu kata yang tepat untuk dua kisah diatas. Karakter pengusaha sejati tidak pernah lari dari masalah. Hanya pengusaha kelas rendah saja yang berlari dari hutang.
Sungguh kisah luar biasa, bagaimana kita menggunakan energi kebangkrutan sebagai amunisi pada kebangkitan bisnis.

Bisnis yang bangkrut bukanlah akhir dari segalanya. Selama niat baik dan rasa amanah masih di pegang maka kepercayaan orang lain akan menyertai kita.

Bisnis bukan hanya masalah untung rugi, bisnis adalah kepercayaan untuk bangkit bersama. Walau butuh waktu yang tidak sebentar untuk membangun citra diri sebagai pengusaha yang tekun lagi terpercaya.

Semoga rekan-rekan pengusaha yang membaca kisah ini kelak menjadi pengusaha yang berintegritas sebagaimana Muhammad sang teladan berbagi inspirasi dalam berbisnis. amin.

Tuesday, October 11, 2016

antara aku atau dia...














Diri kita mengenakan hijab syari dan kita menilai perempuan yang tiada berhijab sebagai ahli neraka.....
Kita melaksanakan secara teratur sholat lima waktu lalu kita mengatakan bahwa mereka yang tidak ke masjid tidaklah berhak masuk surga....
Alquran sudah menjadi keseharian kita dan kita menganggap kita lebih berhak masuk surga dibanding mereka yang tidak bisa membacanya....
Sedekah kita seluas samudra, infaq kita tiada terkira lalu kita menganggap mereka yg pelit jauh dibawah kita levelnya.....
Saudaraku...
*Siapakah yang berhak memasukan seseorang ke surga atau neraka ?*
Bukankah seorang perempuan ahli zina bisa masuk ke surga gegara memberi minum seekor anjing?
Bukankah ada pembunuh 100 manusia lalu dia masuk surga karena pertaubatannya...?
Bukankah ada seorang penghafal quran bisa mati dalam keadaan murtad?
Bukankah ada seorang ulama meninggal dalam keadaan minum khamar, membunuh anak kecil dan menzinai perempuan ?
Takdir baik atau tidak, terlihat di akhirnya....
Kawan....
Masuk surga....
Bukanlah karena amal kita yang sebesar bukit atau juga bukan karena pahala yang kita kumpulkan...
*Tetapi itu semua karena rahmat dan keridhoan Allah...*
hak prerogatif-Nya....!
Tiada pantas kita bersombong dengan amal-amal kita....
Kalau bukan karena kehendak Allah, tidak kuasa kita melakukannya....
🔅🔅🔅
Saudaraku......
Selagi nafas masih kita rasakan, masih ada asa untuk bertaubat
Selagi matahari masih dari timur, kita bisa bermunajat memohon ampunan-Nya
Bermohonlah keridhoan-Nya...
Memintalah jannah-Nya
Mintalah husnul khotimah pada-Nya. ...
akhir yang baik....

#ditulis29juni2016

cinta saja









Jika kau berlari kencang menuju jihad karena Allah
Mengapa kau bersedih jika tiada yg memujimu?
Jika kau bertekad menjadi hufazh karena Allah
Mengapa kau tidak bersemangat jika namamu tiada tanpak di prasasti?
Jika kau lillahi taala dalam berdakwah
Mengapa kau masih mengharap dunia ?
Jika infaqmu ingin menggapai ridho ilahi
Mengapa hatimu begitu gembira disebut diatas mimbar ?
Atas kuasa siapakah kau melakukan itu semua kawan ?
Segeralah istighfar....
Mintalah ampun atas lalaimu dalam ikhlas
Lepaskan semua....
Tiada usah kau buru egosentrismu....
Apakah tidak kuasa Allah membuatmu tidak melakukan itu semua ?
Takdirmu ada pada-Nya...
Bermohonlah Allah menitipkan cinta-Nya
secara senyap ke dalam dada...
Yang karenanya kita beramal
Diakhir ramadhan ini
Di sisa waktu yg ada
Di gelapnya malam mulia
Hanya....,
antara aku dan Dia....
Bercengkerama dalam indahnya cinta.....

#ditulis1juli2016

Ahad kemarin aku di kasih cash 200ribu sama Allah....

.












Gini ceritanya....
Pintu rumah yang depan kunci slotnya rusak...
Sebulan lalu sudah memanggil tukang untuk service dan juga sudah manggil teknisi dari unikey nya...
Dengan berbagai upaya akhirnya bisa di betulkan....
Namun kemarin ahad kejadian berulang...pintu tidak bisa di buka.... wah alamat bongkar pintu lagi nih...
Aku minta sama Allah khusyu supaya gak perlu panggil tukang lagi untuk buka pintu...
Alhamdulillah pintu bisa kebuka... dan ternyata kerusakan tetap di titik yang sama...
Dalam hati aku berkata...sudahlah aku beli lagi aja yang baru...
Waktu kejadian pertama sudah aku survei harga merk lain 200ribu.
Aku ambil obeng untuk ambil lempeng besi yang sisi ada lubangnya....
Ketika sudah aku buka...
ndilalah..., entah dari mana, muncul ide ke tukang besi aja untuk menghilangkan bagian yang menghalangi kunci.
Setelah dari tukang besi di potong dan gerinda, aku pasang dan kucoba....
Alhamdulillah masalah solving...istriku ikut memastikan agar tidak masalah lagi...
aku gak jadi beli yang baru....
Allah memberi cash 200ribu pagi itu.
Banyak cara Allah memberi rezeki pada hambaNya
Anda membaca pesan ini dalam kondisi sehat adalah rezeki
Anak-anak riang tertawa adalah rezeki
Orang tua kita menjemput masa tuanya dengan tenang adalah rezeki
Bisa tersadarkan agar kembali bekerja setelah terlalu lama membaca pesan2 di fb dan WhatsApp adalah rezeki
Yuk kita kerja lagi.....
Semoga hari hari anda selalu berkah....

#ditulis26juli2016

10 tahun kedepan akan lahir banyak abdurahman...









Pagi itu waktu subuh sekitar 10 menit menjelang. Suasana di hotel tempat saya menginap sdh banyak suara orang-orang yang berbicara di luar kamar...sudah pada bangun rupanya...
Benar saja... ketika kami keluar kamar sudah banyak teman2 yang bersiap ke masjid.
Memasuki lift pun sama, kita bertemu dengan yang juga mau ke masjid.
Dari survei semalam masjid terdekat adalah masjid raya bandung. Jaraknya sekitar 1 km.
Jadilah kita berombongan berjalan menyusuri jalan asia Afrika yang penuh dengan sejarah hebat indonesia.
Suasana itu mirip ketika kita mau sholat di masjidil haram mekah. Beramai ramai menuju masjid.
Sesampainya di masjid rupanya sudah banyak temen2 yang terlebih dahulu hadir di masjid. Subhanallah.
Kali ini aku sedang tidak ikut pertemuan organisasi islam atau sejenisnya. Tapi sedang mengikuti pertemuan para pengusaha yang tergabung di genpro. Subhanallah....
Pada tulisan saya sebelumnya, kaitan subuh di masjid dengan keberhasilan bisnis. Maka saya sangat optimis dalam jangka waktu 5 atau 10 tahun kedepan akan lahir banyak pengusaha besar di indonesia yang mengambil semangat filantropinya usman bin affan atau abdurahman bin auf.
Pengusaha yang tidak takut miskin dengan berinfak 50 % seperti umar ibnu chatab atau bahkan yang berani memberikan seluruh hartanya sebagaimana abu bakar assidiq.
Bukankah dalam waktu 10 tahun erdogan berhasil menyulap turki menjadi sekarang ini? Dan kita tahu beliau juga menyiapkan banyak pengusaha yang se visi dengannya.
Bukan sebuah kemustahilan jika kita bermimpi dalam 10 tahun kedepan indonesia akan sejajar dengan negara negara maju menjadi pengimbang kekuatan dunia seperti yang dilakukan turki saat ini.
Di pagi yang ini cerah...didepan masjid raya bandung yang indah, saya ucapkan selamat kepada genpro dan para pengusahanya....
Semoga Allah yang Maha Kuat mengizinkan dan memilih kita menjadi saudagar yang dapat menopang dakwah menuju kembalinya kejayaan peradaban islam. Amin....

#ditulis28juli2016

jika waktunya tiba
















Pagi ini aku berangkat kerja mengenakan batik yang bagus....
Kelak batik ini akan di sumbangkan karena yang punya sudah tiada...
Tadi subuh aku kemasjid mengenakan sarung kotak2 kesukaanku...
Suatu hari nanti akan di pakai anakku, mengenang abinya yang sudah mendahului....
Semalam aku tidur nyenyak di kamar bersama kekasih hati....
Entah kapan dia akan sendiri melihat langit-langit kamar mengenang kebersamaan yang indah....
Nanti siang, sore atau malam kita tiada tahu kapan izrail kan menemui kita....
Semoga Allah mengizinkan kita telah bersiap jika waktunya datang....
Menyambut sang pelenyap kenikmatan dunia dengan sumringah...
Ya Allah ampuni, maafkan, terimalah hamba...
Aku ingin hadir disisi Mu dengan bangga...
Tiada kebahagian selain keridhoanMu..
Cukup bagiku cintaMu disini....
Diwaktu dhuha yang berkah, dari sebuah masjid di bumiMu yang sejuk,
ku ingin berucap......
Terima kasih ya Allah atas semuanya......

#ditulis
5agustus2016

keluarga surga

Sepuluh menit baru menjelang aku memasuki rumah setelah subuhan di musholla.
Mobil sudah berderam bersahutan meninggalkan komplek menuju jakarta.
Sepuluh tahun silam kita masih kebagian lancarnya tol jakarta tangerang meski berangkat dari rumah jam 6 pagi. Tapi sekarang berangkat jam 5.30 kemungkinan besar tersendat di karang tengah.
Semakin pagi kita jalan maka semakin cepat kita sampai kantor. Sesiapa yang telat maka akan mendapat sisanya.
Kebiasaan bangun pagi akan membuat badan segar dan lebih siap untuk beraktifitas. Bangun pagi membuat kita bisa merencanakan hari dengan lebih siap.
Buat pengusaha yang tidak memiliki jam kantor bukan berarti bisa berleha terlena. Justru seorang pengusaha harus bangun lebih pagi agar bisa secara jernih memikirkan bisnisnya.
Bermunajat lebih lama dan khusyu bisa didapatkan melalui sholat malam.
Saya memiliki sahabat yang tiap hari bangun jam 2 atau 3 malam dan ketika saya tanya berapa jam dia tidur tiap harinya. Cukup 4 jam katanya. Subhanallah.
Dan ketika subuh menjelang bangunkan keluarga kita. Anak yang terbiasa subuhan di masjid akan lebih cerdas dan lebih mandiri. Karena mereka terbiasa mengalahkan kantuk.
Jikalau ingin kembali bertemu dengan anak istri di surga, maka kita mulai dengan menjadikan rumah kita, menjadi surga di dunia.
Baiti jannati begitu kata nabi terkait rumah dan rumah tangganya.
Semoga kita bisa bercontoh dengan keluarga nabi yang mulia. Sebaik-baik suami dan sebaik-baik ayah.

#ditulis15agustus2016