Sunday, January 17, 2010

bekam memang luar biasa

sudah lama saya tidak bertutur di blok 'sebanyak manfaat sebaik manusia' ini, namun hari ini ada keinginan untuk mengisi kekosongan posting.
hampir tiga hari ini punggungku bagian atas terasa pegal-pegal. apalagi kalau lagi bawa mobil , duh enaknya tuh kalau kita nyender ke belakang. kalau di pijit2 baru berkurang efek sakitnya. namun tidak menghilangkan rasa pegal yang amat mengganggu.

sampai akhirnya tadi pagi aku coba bekam, karena setelah di pijit sama istri tercinta pegal2nya tidak juga hilang.

proses bekam hanya pada lokasi pungggung yang sakit saja sampai leher sebelah kiri. ada sekitar 11 titik yang di bekam.

ada beberapa titik yang mengeluarkan asap putih, wah sepertinya penyakitnya keluar tuh...:), ada juga beberapa titik yang mengeluarkan darahnya melebihi titik yang lain, bahkan ada satu titik yang di bekam sampai tiga kali darahnya memenuhi setengah botol alat bekam, wuih subhanallah.

setelah selesai bekam alhamdulillah rasa pegal2 hilang paling tersisa 15% saja rasa yang ada. mungkin itu efek dari jarum2 yang menerobos kulit ari. yang pasti pegal2 yang amat mengganggu itu sudah pergi, alhamdulillah.

benar memang apa yang di sunahkan nabi, bahwa bekam memang salah satu cara berobat yang mujarab.

sebelum ini aku juga pernah membuktikan kemanjuran bekam atau hijamah ini, sekitar 8 bulan lalu aku kena vertigo, sudah ke dokter berulang kali namun vertigo itu tetap hadir di kepalaku. hilang kalau kita minum merislon dan degrium, tapi apakah aku harus bergantung sama obat kimia itu?

akhirnya setelah bertukar pikir dengan maya, aku putuskan untuk mencoba bekam di kepala. tepat di kepala bagian atas !.

ya betul, ada sebagian kepala yang harus di cukur halus agar alat bekamnya bisa menghisap darah kotor. untuk sebuah pengalaman awal bolehlah berpitak ria untuk beberapa bulan. malu memang, namun untuk sebuah ikhtiar kesembuhan aku rela menjalaninya.

setiap bulan selama tiga bulan aku harus mencukur kepala bagian atas itu. dan alhamdulillah setelah bekam yang ke tiga vertigonya pergi entah kemana.

sepertinya bekam itu mengeluarkan darah2 kotor termasuk kolesterol yang ada di dalamnya. setelah banyak berdiskusi dengan beberapa dokter aku membuat sebuah analisa bahwa sebab terbesar vertigoku adalah karena asupan darah ke arah kepala tertutupi oleh kolesterol yang tinggi di darah, hal ini karena pola makanku yang kurang sehat sebelumnya.

hal ini terbukti setelah beberapa bulan aku mengubah pola makan, aku merasa kesehatanku membaik, terutama kolesterolku turun.

jadi untuk teman2 yang ada penyakit tertentu yang berkaitan dengan darah, cobalah bekam insyaAllah dengan izinNya kesembuhan akan menghampiri kita. amin.

Friday, October 23, 2009

barang uso 2009




































untuk tahap awal kita mengirim 24 site dalam dua kontainer, berangkat tagl 24 okt 09, sampai samarinda tgl 29 okt 09, kemungkinan sampai melak tanggal 30 atau 31.jzk

Saturday, August 29, 2009

Akhlaq Bertetangga

“ Kamu sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukanNya dengan suatupun dan berbuat baiklah kepada ibu bapa,karib kerabat,anak yatim,orang-orang miskin,tetangga yang dekat dan tetangga yang yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan kepada hamba sahaya kamu”. (Surat An-Nisa’, ayat 36)

A. Berbuat baik

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah sebaik-baik manusia kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga adalah orang yang paling baik terhadap tetangganya”. (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi)

Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya dia berbuat baik pada tetangganya." (Diriwayatkan oleh Imam Muslim no: 48 dalam kitab al Iman. Kitab Syarah Riyadhush Shalihin V/207-208)

Rasulullah bersabda, "Demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman!" Kemudian beliau ditanya, "Siapa, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang yang tetangganya tidak aman dari kejelekannya (kejahatannya)." (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain Beliau bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya (kejelekannya)." (Diriwayatkan oleh Muslim no: 47 dalam Kitab Al Iman)

Rasulullah pernah ditanya tentang dosa-dosa besar di sisi Allah. Beliau menyebutkan tiga macam: "Menjadikan Allah sebagai tandingan padahal Dialah yang menciptakan kita, membunuh anak karena takut dia akan makan harta kita dan menzinai istri tetangga."

Dalam hadits lain disebutkan: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah menyakiti tetangga."

Pernah ada seorang lelaki datang menemui Rasulullah, lalu berkata, "Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang apabila aku mengerjakannya akan memasukkanku ke dalam surga." Beliau pun berkata, "Jadilah engkau orang yang muhsin (selalu berbuat baik)." Dia bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana saya mengetahui bahwa saya adalah orang muhsin (yang berbuat baik)?" Beliau menjawab, "Tanyalah tetanggamu, jika mereka mengatakan kamu adalah orang yang baik, maka kamu adalah orang yang baik; sebaliknya jika mereka mengatakan engkau adalah orang yang jelek maka engkau adalah orang yang jelek." (Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dari Abu Hurairah)

B. Menutupi aib

“Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan di Akhirat.” (HR. Muslim).

D. Bersabar

Hendaknya seorang muslim bersabar dari gangguan tetangganya, walaupun tetangganya itu kafir.
Diriwayatkan dari Sahl bin Abdullah At-Tastari bahwa dia mempunyai seorang tetangga yang kafir. Tetangganya itu mempunyai jamban yang telah penuh sehingga kotorannya meluap ke rumahnya. Sedangkan Sahl setiap hari harus meletakkan bejana untuk menampung luapan kotoran dari jamban orang majusi itu. Dan di malam harinya dia membuang kotoran tersebut agar tidak ada orang yang melihatnya. Beliau hidup dalam keadaan seperti ini dalam waktu yang lama sampai menjelang kematiannya. Suatu hari dia memanggil tetangganya itu dan berkata, "Masuklah ke rumah dan lihatlah apa yang ada di dalamnya!" Lalu, masuklah tetangganya dan melihat tumpahan kotoran dari rumahnya jatuh ke dalam bejana dan seketika itu dia berkata, "Hah, apa yang aku lihat ini?" Berkatalah Sahl, "Ini sudah berlangsung sejak lama. Kotoran ini jatuh dari rumahmu masuk ke rumahku ini, dan aku menampungnya di siang hari kemudian aku buang di waktu malam. Kalaulah bukan karena sudah dekat kematianku, dan kalaulah aku tidak takut sepeninggalku nanti orang-orang tidak bisa sabar dengan kejadian ini, niscaya tidak akan aku khabarkan hal ini kepadamu dan akan tetap aku biarkan hal ini terus terjadi." Berkatalah orang majusi itu, "Wahai Syaikh, engkau bersikap kepadaku semacam ini dalam waktu yang lama sementara aku tetap di atas kekufuranku. Ulurkan tanganmu, karena aku sekarang bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah."

C. Berbagi

Ibnu Umar pernah mempunyai tetangga seorang Yahudi. Apabila menyembelih kambing beliau berkata, "Berilah tetangga kita yang Yahudi itu dagingnya."

Sikap Amirul Mu'minin Umar bin Al-Khaththab ketika terjadi persengketaan antara Muhammad bin Maslamah dan tetangganya. Tetangganya itu melarang Muhammad bin Maslamah mengalirkan air melalui kebunnya. Lalu keduanya melapor kepada Umar. Umar berkata: "Demi Allah, jika kamu melarang dia mengalirkan air melalui kebunmu, niscaya aku akan mengalirkan air tersebut melalui perutmu."

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah disebutkan bahwasanya Nabi bersabda: "Tidak boleh seseorang melarang tetangganya menancapkan kayu ke dinding rumahnya."

Oleh karena itu, Abu Hurairah pernah berkata, "Aku melihat kalian tidak mau mematuhi sunnah ini. Demi Allah, bila demikian, aku akan menancapkannya ke bahu kalian!"

Hadits diambil dari buku AL Gozali :
Nabi bersabda :
“Apakah kamu mengetahui, apa hak bertetangga?
Yaitu, kalau ia minta toong kepadamu, kamu harus menolongnya,
Kalau ia meminta bantuan kepadamu, kamu harus membantunya,
Kalau ia ingin berhutang kepadamu, kamu harus menghutanginya semampumu
Kalau ia fakir kamu harus mengutamakannya dengan pemberian,
Kalau ia sakit kamu harus menjenguknya,
Kalau ia meninggal dunia kamu harus menjenguknya,
Kalau ia mendapat kebaikan kamu harus mengucapkan selamat kepadanya
Dan bila ia tertimpa bencana kamu harus menghiburnya
Janganlah kamu meninggikan bangunan rumahmu sehingga menghalangi angina kerumahnya, kecuali mendapat izin darinya, dan jangan kamu menyakitinya
Apabila kamu membeli buah-buahan lebihkanlah untuk tetanggamu, kalau tidak melakukannya, maka masukanlah buah-buahan itu kerumahmu dengan sembunyi-sembunyi dan laranglah anak2mu membawa dan memakannya di luar rumah, agar anak-anak tetanggamu tidak melihatnya.
Dan janganlah kamu menyakitinya dengan bau masakanmu, kecuali kamu mengambil sedikit dariisi belanga itu untuknya.


di tulis ulang dari berbagi sumber.....

Friday, August 28, 2009

kita semua akan tua dan akan segera ........!

belum lama saya kehilangan seorang paman yang baru berusia 45 tahun, beberapa minggu lewat seorang tetangga meminta keterangan meninggal untuk orang tuanya yang seorang ustadz. Kemarin dahulu ada seorang kawan lebih muda dua tahun di bawahku menuju surga. dua tiga tahun lalu simbah yang dulu nggendong daku di kala kecil meninggal di usia 89 tahun. lima tahun silam kami di tinggalkan seorang aktifis muda yang merelakan ruhnya keatas, setelah motor yang di tumpanginya terseret taksi, saat dia akan menghadiri pengajian Aa' Gym di Istiqlal. belum lama kita juga melihat bagaimana seorang penguasa negara indonesia yang di segani pada saat pemerintahannya harus merelakan seluruh harta dan anak-anaknya menangisi kepergiannya.

mati, wafat, meninggal, tewas apapun itu namanya adalah sebuah kepastian yang waktunya sudah di tetapkan di Lauhil mahfudz sana. Sebagaimana Allah sudah memastikan siapa gerangan jodoh dan seberapa banyak jatah rezeki kita.

kalau kemarin orang tua, nenek atau paman, mungkin besok atau lusa adalah waktu untuk anak, sepupu, teman atau bahkan kita mendapatkan gilirannya untuk melepaskan segala kewajiban di muka bumi ini.

saat ini bolehlah kita membanggakan kecantikan atau ketampanan kita, tapi berapa lamakah itu akan bertahan, saya pernah melihat foto seorang nenek di saat mudanya, cantik sekali, seandainya saya tidak mengetahui bahwa nenek disamping adalah orang yang di foto itu maka mungkin libido kelelakian saya akan bereaksi. kita semua akan tua dan pada akhirnya akan mengakhiri tugas kekhalifahan yang Allah sematkan kepada kakek buyut Adam.

mari kita dengarkan secara perlahan lirik bait syahdu 'masih ada waktu' nya Ebiet G Ade berikut ini :

bila masih mungkin kita menorehkan bakti
atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas
mumpung masih ada kesempatan buat kita
mengumpulkan bekal perjalanan abadi

kita pasti ingat waktu tragedi yang memilukan
kenapa harus mereka yang terpilih menghadap
tentu ada hikmah yang harus kita petik
atas nama jiwa bagi mari heningkan cipta

kita mesti bersyukur bahwa kita masih di beri waktu
entah sampai kapan tak ada yang bakal dapat menghitung
hanya atas kasihNya hanya atas kehendakNya
kita masih bertemu matahari

kepada rumpun ilalang kepada bintang gemintang
kita dapat mencoba meminjam catatanNya
sampai kapan kah gerangan
waktu yang masih yang tersisa

semuanya mengeleng semuanya terdiam
semuanya menjawab tak mengerti
yang terbaik hanyalah segeralah bersujud
mumpung kita masih di beri waktu

...................................................................................
ku tulis sesaat setelah subuh tadi melihat
segerombolan nenek yang ngobrol di teras masjid...
8rmdn1430h
*gambar pak harto diambil dari tempe.wordpress.com/hasil pencarian dr mbah google

Thursday, August 27, 2009

lebih berasa klu merasakan sendiri...


alhamdulillah satu lagi pelajaran kudapatkan....

setiap bicara kepada orang yang minta pencerahan tentang keikhlasan dalam bisnis, aku akan lancar menjelaskan karena pernah mengalami dan berhasil (kalau bisa dikatakan seperti itu) mengatasi rasa gundah gulana. Kok seperti ini ya? apa yang salah? bisa membalikan keadaan gak ya? dan pertanyaan2 lain untuk menguji kebenaran suatu 'kejatuhan'.

Dahulu aku pernah mengalami kebangkrutan (bahasanya di-ekstrem-min) beberapa usaha yang beberapa tahun sebelumnya menguntungkan. dahulu pernah juga kehilangan momentum keuntungan ratusan juta rupiah. Dahulu aku juga pernah di bohongi orang yang pada awalnya mengemis (bahasanya di ekstrem-min lagi) agar aku mau berbisnis dengannya.

Dahulu dan dahulu sudah banyak mengalami pahit manis dalam sebuah bisnis. namun selalu saja ada kepahitan lain yang hadir walaupun kita sudah hati-hati lan waspodo. Namun aku yakin segala rasa pahit yang Allah hidangkan itu layaknya seperti jamu yang dahulu simbok sodorkan kepadaku agar kedepannya raga ini bugar dan sehat.

selalu boleh kita mengalami shock disaat2 awal kita mendengar berita buruk itu, namun kita harus sadar akan skenario Allah, ingat saja manajemen tawakal yang ku gubah ;

"kalau kita sudah menjalankan maunya Allah, lalu berikhtiar secara maksimal, kemudian kita sudah berdoa, maka tidak ada alasan untuk takut terhadap kehidupan dan kematian ".

beberapa saat setelah minum jamu rasa getir dan pahitnya masih berasa di lidah kita, namun dengan berjalannya waktu setelah mulut kita bereaksi terhadap makanan lain yang kita kunyah, maka secara perlahan rasa tidak enak itu akan hilang dengan sendirinya dan efeknya akan memompa darah kita untuk lebih bersemangat memberi energi bagi setiap unsur tubuh kita bekerja lebih produktif.

Disaat kita kehilangan sesuatu yang berharga dari kita (baca : modal bisnis kita) sesungguhnya itu semua hanya sebuah ilusi yang ada di buku-buku bisnis kita. tak perlulah dirisaukan terlalu jauh. toh kita masih memiliki istri yang mendukung kita, alhamdulillah masih ada anak-anak yang selalu mendoakan, masih punya orang tua yang ingat kita di saat-saat tahajudnya.

teman-teman di kantor juga masih membalas senyum kita, rekan-rekan jamaah masjid masih disamping kita saat taraweh. oh apa rupanya yang hilang? bukankah yang kita bilang modal kerja kita itu juga adalah sebuah pemberian Allah dari banyaknya pemberian-Nya yang lain? mengapa kita harus merisaukan sesuatu yang awalnya bukan milik kita ?!. astaghfirullah...

Sebenarnya tidak ada alasan bagi kita untuk menyesali segala sesuatu yang sudah di gariskan Allah. cukup bagi kita sebagai hamba, mensyukuri dari setiap apa yang Allah karuniakan dan bersabar atas segala apa yang Allah uji terhadap kita. sesungguhnya Allah rindu terhadap tangisan dan rengekan kita di sepinya malam, sudahkah?.

......................................................................................................
di meja kerja saat hati ini butuh lebih dari sekedar ketabahan.
tujuh ramadhan empat belas tiga puluh hijriyah


Friday, May 22, 2009

Harapan itu selalu ada ( 7 )

Bendera perusahaan dengan alamat baru sudah dua pekan di kerek. Pelanggan yang sudah kita datangi kita kirimi pemberitahuan perihal kepindahan kantor. Tiada hari tanpa mendatangi calon pelanggan. Tentunya ketika aku kebagian shift malam, semua itu kami lakukan.

Sampai pada suatu malam kita bersepakat untuk rapat membicarakan harga yang akan kita tawarkan pada satu pelanggan potensial. Selain menjual produk sendiri kita juga berkolaborasi dengan teman2 yang memiliki produk berbeda dengan kita.

Malam ini rapat kita adakan di warung STMJ, yang berada di samping kantorku. Warung itu berada di deretan tengah dari puluhan warung yang menempel di trotoar sepanjang jalan tembus yang menghubungkan antara jalan utama sudirman ke jalan yang menuju tanah abang, pasar grosir yang terkenal hingga ke benua afrika tersebut.

Jalan tembus itu di apit dua gedung pencakar langit. Di sisi kiri ada gedung BNI 46 dan di sisi yang lain menjulang gedung artaloka, yang didalamnya ada bank Muamalat, dimana tiap bulan aku menjumpai para teller bank yang selalu tersenyum, mereka sudah kuakrabi lebih dari enam tahun terakhir sejak aku mendapat gaji pertama.

Para pedagang di trotoar ini merupakan orang urban yang bernasib baik, dagangan mereka tidak pernah sepi setiap harinya. Para pekerja di sekitar sudirman ini memanfaatkan betul warung-warung ini, dengan rasa kenyang yang sama mereka bisa menghemat tiga kali lipat di banding jika harus makan di salah satu restoran yang ada di wisma BNI tersebut. Karena aku pernah tapi Cuma satu kali, sehari ba’da gajian bulan agustus kemarin, aku makan di lantai dua wisma 46. makan soto lamongan, melihat rasanya yang tidak jauh berbeda dengan soto madura di warung trotoar itu aku harus merogoh kantongku lebih dalam. Tiga kali lipat. Tapi begitulah bisnis, mereka tidak hanya menjual rasa, tapi juga menjual prestise, bahasa gaulnya, gengsi!.

Begitulah dunia bisnis, siapa bisa secara cerdas melihat celah maka dia akan menang, begitulah rahasia kejayaan starbuck Coffe. Setidaknya hal ini yang pernah di alami salah seorang temanku, namanya niko, satu hari dia mengantar istrinya belanja di salah satu mal di jakarta, karena terlalu lama, dia membeli secangkir kopi di starbuck, biar nunggunya bisa duduk di kursi empuk, begitu pikirnya.

Saat istrinya selesai dan dia harus membayar, matanya terbelalak, “ gak salah ni mbak, katanya ketus, masak Cuma secangkir harganya tigapuluh enam ribu...?”.
Bagaimanapun niko mau protes, tetap saja tidak bisa mngubah angka-angka yang sudah tertera di atas kepalanya. Dengan berat hati dia membayar. Sudah kesal dia menyumpahi dirinya sendiri kenapa tadi tidak teliti dulu melihat daftar harga. Muka istrinya ikut cemberut. Dasar perempuan gak tahu suaminya lagi apes!.

Alhamdulillah malam itu awan cerah, pepohonan yang tumbuh di sepanjang jalan tembus itu bergoyang laksana mengikuti irama lagu yang didendangkan Rhoma Irama. Bintang-bintang diatas sana bersumpah serapah kepada para setan yang malam itu beroperasi di lorong-lorang jakarta. Mangganggu para hamba untuk menambah dosa yang sudah menggunung.

Namun setan-setan jahanam itu tidak menghiraukannya. Mereka terus berpencar mencari mangsa. Menunggu para hamba terlena. Menunggu manusia-manusia yang terkalahkan untuk di giring ke tenpat dimana tidak ada rahmat Allah didalamnya.

Tidak terbilang banyaknya di jakarta ini manusia yang berniat baik awalnya, namun bernasib buruk diakhirnya. Pun alhamdulillah tidak sedikit berbilang yang memiliki nasib lebih baik dibanding orang tua mereka sebelumnya. Memang di suatu tempat di manapun itu entah di paris perancis sana, di mekkah arab sana atau di jakarta tercinta ini. Allah menurunkan ketenangan di banyak hati manusia disamping Allah juga membiarkan para setan jalanan mengalahkan hamba-hamba Nya yang tidak kuat iman.

Alhamdulillah malam itu tidak banyak pekerjaan yang harus kukerjakan.Semua pekerjaan sudah kurapel tadi sore, karena kutahu malam ini aku harus meluangkan waktu bersama teman-teman tercinta. Setelah menitip kepada teman shift ku aku turun melalui lift yang sudah kuhafal lekuk-lekuknya.
Uwi dan ahmad sudah menunggu.

Setelah basa basi sebentar kita langsung ke pokok rapat, mengingat aku tak punya waktu banyak. Ku gunakan jam makan malam untuk rapat bersama teman-teman.
“ini harga yang di tawarkan bagus untuk produknya”, ahmad menyodorkan selembar kertas.
Ku coba pelajari sekilas...” kesepakatannya gimana mad, apakah kita ambil untung dari harga ini atau kita perlu mark up?”.
“ wi coba ente jelasin khan tadi ente yang ketemu sama bagus” ahmad meminta uwi untuk memaparkan hasil pertemuan dengan teamnya bagus.
Uwi mencoba bersiap, mangambil posisi duduk yang lebih nyaman, “ oke aku coba jelaskan, mereka memberikan harga ini, sama dengan harga yang mereka berikan ke end user, kita di beri diskon 25 sampai 30 persen, tergantung tingkat kerusakannya”.

Setelah mengambil napas, uwi meneruskan...” tadi aku dah sepakat sama mereka bahwa kita tidak boleh saling menindih pelanggan, maksudnya perusahaan yang sudah di dekati mereka kita gak boleh memasukkan proposal, dan berlaku sebaliknya”.
Ahmad menyela, “ maksudnya kalau kita sudah memasukan penawaran harga ke satu perusahaan mereka tidak boleh menelikung?”
“Tepat!” uwi cepat.
“ kalau begitu semakin banyak perusahaan yang kita masuki kemungkinan kita dapat lebih besar ya?” aku semangat.
“betul, masalahnya mereka sudah start jauh meninggalkan kita, istilahnya kita sekarang harus mencari pelanggan sisa” uwi menjawab semangatku. Uhhh.
“berarti kita harus mencari pelanggan yang memang belum tersentuh mereka, bagaimana kita tahu perusahaan mana aja yang belum mereka sentuh?” ahmad menyelidik.

Uwi mengambil secarik kertas dan meletakkan diantara piring roti bakar, “ ini daftar perusahaan yang mereka sudah masuki’.
“mereka sudah masuki semua perusahaan yang kita kenal bang!” sambil tangan ahmad memberikan kertas itu kepadaku.
“coba aku lihat”, ku amati satu persatu perusahaan yang tercantum di kertas itu, ”namun kalau kita teliti sepertinya masih ada peluang, coba lihat perusahaan yang sudah kita list di kategori C, mungkin masih ada peluang” aku memberi harapan.

Uwi mencoba mengais kertas yang ada di tasnya.
“coba kita lihat, semoga harapan itu masih ada...” uwi menelusuri setiap kata di lembaran yang lusuh oleh lipatan itu, “ Betul bang di kategori C banyak yang belum di masuki sama bagus, ada juga beberapa di kategori B, kalau yang A sudah di babat habis”.
“alhamdulillah, masih ada yang bisa di kejar”, ahmad mengelus dada ” bagus juga kalau kita coba manambah calon pelangan lewat internet, bang sambil kerja coba ente cari -cari ya....?” ahmad ke arahku.
“boleh, ntar aku usahain” jawabku mantab, semantab tinjunya mike tyson saat men-KO michel sphink.

Kegembiraan hati kami malam itu mungkin melebihi gambiranya hati si pedagang STMJ tempat kami mangkal. Karena dia bersorak dalam diam saat kami menetap di tendanya, hal ini kami ketahui saat membayar apa yang kami makan malam itu, mie rebus plus telor lima mangkok, STMJ tiga gelas besar, roti dan pisang bakar tiga piring di tambah jus buah tiga gelas. Kami rapat serasa berpestanya raja-raja majapahit!.

Sudah dua jam kami diskusi, jalan Sudirman di samping kami sudah mulai sepi, para manusia pekerja jakarta ada yang sudah sampai di rumah, diantara mereka ada yang sudah ngorok kelelahan atau masih berkutat dengan tugas kantor yang terpaksa di bawa kerumah. Bisa jadi juga ada di antara mereka yang sedang melampiaskan kerinduan kepada istri tercinta sebagaimana legenda cinta india, Shah Jahan membahagiakan sang kekasih hati Mumtaj Mahal pada setipa malamnya..

Dalam perjalanan kembali ke kantor aku teringat bagaimana mahapatih gajahmada menyusun rencana agungnya menyatukan nusantara. Saking seriusnya proyek itu sang mahapatih bersumpah tidak akan menikmati dunia sampai cita-cita menyatukan nusantara tercapai. Yang diucapkan pda saat pengangkatannya sebagai mahapatih majapahit. Sumpah Palapa ada pada teks Jawa Pertengahan Pararaton,

Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: "Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaƱjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa".

Terjemahannya,

Aku Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, "Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa".

Sungguh aku ingin mewarisi semangatnya. Semangat kepahlawanan yang didasari keilkhlasan dan cita-cita besar.

Saturday, May 9, 2009

cairnya tagihan pertama ( 6 )


Hari itu jam sembilan pagi, baru dua jam aku mengisi absen di ‘kantor pertamaku’, saat tiba-tiba hanphone pisangku berdering keras. Dari ahmad rupanya…
“assalamualaikum..” ahmad membuka dengan suara sumringah.
“waalaikum salam ada apa ni sepertinya kabar baik ya?” tembakku.
“yup, betul, ini aku mau ngasih kabar baik, tagihan kita ke perusahaan bang Tono sudah cair…”
“Alhamdulillah, semua atau sebagian?” kejarku.
“semua, tiga puluh delapan juta!”
“alhamdulillah, kalau gitu ntar malam kita rapat ya..?”
“boleh, di mana?”
“di tempatnya uwi aja”
“okeh, nanti langsung aja ya abis isya kita di tempat uwi”
“sip, ente kasih tahu si uwi ya mad” pintaku.
“oke, salamualaikum”
“walaikum salam”
klik, telepon di matikan.

Alhamdulillah, order pertama telah cair…berarti langkah awal ini bisa dapat untung sekitar tujuh jutaan. Lebih dari empat bulan gajiku. Kerja keras kita ternyata tidak sia-sia. Diawali dengan mencari barang kesana kemari, semua nomor telepon teman kita hubungi, searching di internet dan semua cara kita tempuh untuk mencari barang yang di cari bang Tono.
Dalam jangka waktu enam hari dari jangka waktu delapan hari yang di berikan bang Tono kita dapat menyediakan semua barang yang di butuhkan. Dengan negoisasi yang ketat dan melelahkan disertai keyakinan yang tinggi akhirnya semua sumber barang yang kita dapatkan mau di bayar belakangan setelah tagihan cair. Praktis rezeki awal ini kita tidak pake modal, cukup bermodal kata-kata dan nama baik saja. Alhamdulillah.

Setelah ashar selesai ku tunaikan, SMS masuk ke hpku, “wid ntar rapat di masjid ane aja, soalnya di rumah lagi ada acara”, dari uwi.

Masjid ini terkesan welcome kepada siapa saja yang mau mengambil keteduhannya. Pintunya terbuka lebar, berjendela banyak dan besar-besar dibiarkan terbuka. Siapapun yang berada di dalamnya yakin akan terasa nyaman karena aliran udara yang lancar. Bercatkan warna adem menambah kekhususkan setiap hamba Allah yang bersimpuh kepada-Nya. Ditambah lagi kreatifitas DKM yang baik membuat masjid ini tidak pernah sepi dari kegiatan. Setidaknya hal ini bisa di lihat di mading masjid yang menempelkan keanekaragaman acara yang di adakan di masjid, dari pengajian bapak-bapak, majlis taklim ibu-ibu, hingga remaja masjid yang ramai aktifitas.

Saat aku mengambil wudhu pun aku bisa melihat bagaimana mereka sangat memperhatikan kebersihan. Selayaknya semua DKM berlaku yang sama seperti ini. Bukankah Allah itu indah dan menyukai keindahan?.

Setelah selesai isya yang tadi di imami Uwi, kita bergerak ke ruang atas. Kita ambil posisi agak memojok agar dekat balkon, angin semilir sepoi yang mengundang kita untuk mengambil sudut itu.
“ini uangnya, tadi sudah aku ambil semua di bank” ahmad meletakkan bungusan coklat di antara kami bertiga.
“kenapa gak di simpan aja dulu, ntar biar gampang transfer ke nurnya?” tanyaku ke ahmad.
“sengaja bang, biar tangan kita masing-masing bisa memegang hasil jerih payah pertama kita” senyum khas ahmad tersungging di bibirnya. Senyum kebanggaan.
“ah bisa aja ente mad” Uwi menimpali.
“kalau gitu coba sini aku mau pegang…” kataku semangat sembari membuka bungkusan coklat tersebut. Tiga puluh delapan juta!.” Baru kali ini aku bisa melihat dan memegang uang tiga puluh delapan juta cash, ni wi ente pegang”
“ya sini aku pegang” uwi menjulurkan tangan kanannya.
“nah sekarang apa rencana kita dengan keuntungan kita ini?” Ahmad memulai diskusi.
“kita khan dapat untungnya sekitar tujuh jutaan ni, kalau menurut ente gimana mad?” uwi kembali melempar bola.
“kalau menurut aku sih mending uang ini kita jadikan modal lagi, kita gak perlu mengambil keuntungan diawal, nanti aja kalau perusahaan kita sudah seatle, baru kita bisa ambil untung, gimana bang?” Ahmad melembar bola kepadaku.
“bagus gitu, kita gak usah ambil untung , prihatin aja, yang penting perusahaan kita berdiri dulu, sekarang tinggal kita sepakati uangnya kita mau pake buat apa?” jawab dan tanyaku.
“aku punya pemikiran begini, kita tahu kalau calon pelanggan kita bukanlah perorangan, tapi perusahaan besar yang adanya di daerah thamrin dan sudirman, minimal mereka semua ada di perkantoran daerah Jakarta, dan mereka sangat memperhatikan keberadaan perusahaan calon mitranya” jelas ahmad.
“maksud ente gimana mad?” uwi gak sabar.
“begini, kita pake uang ini buat sewa kantor di daerah sudirman atau thamrin, biar kelihatan bonafid, gimana?”
“yang bener mad, mana cukup, tujuh juta buat sewa gedung di daerah elit begitu?” kataku menyanggah.
“jangan ente piker kita sewa satu gedung atau satu lantai di sana, pasti gak akan cukup. Alhamdulilah kemarin aku dapat info dari temen bisnisku, kalau di plasa mandiri ada yang nyewain alamat bulanan, jadi kita gak sewa ruangan, tapi sewa alamat aja, istilah kerennya virtual office. Nanti kita akan di berikan no telepon yang kalau pelanggan kita menelpon akan di jawab dengan jawaban yang kita inginkan, menarik khan?” ahmad penuh semangat.
‘fantastis, mantab tu ide, gimana bang?” tanya Uwi kepadaku.
“ya boleh itu ide brilian, nantinya di kartu nama kita akan tertulis alamat plasa mandiri jalan gatot subroto. Cukup berkelas!”
“trus mad, kalau nanti ada pelanggan kita yang mau datang gimana?” uwi menginginkan jawaban segera.
“gampang itu bisa di atur, mereka juga menyewakan ruangan yang bisa kita sewa harian” ahamd tersenyum.
“ ada aja ya orang punya ide” kataku “ disaat orang membutuhkan tempat yang representatif mereka menyediakan”.
“ya udah kapan kita kesana mad” uwi lagi.
“kalau ente bisa besok sabtu kita kesana, aku dah janji jam sepuluhan, besok ente berdua bisa khan?”
“bisa insyaAllah” kataku, kalau uwi pasti bisa karena dia memang libur.
“oh ya kita sepertinya melupakan sesuatu dech.” Uwi tiba-tiba.
“apaan wi” ahmad penasaran.
“jangan lupa dari tujuh juta keuntungan kita di sisihkan zakatnya ya?”
“Astaghfirullah.. hampir aja kita lupa, itu yang harusnya kita potong di awal” kataku
“oke dech ntar kita sisihkan duasetengah persennya” ahmad senang.

Langit yang cerah tanpa selembarpun awan malam itu menemani kami ‘rapat komisaris’ dan dinginnya udara malam itu membuat kita harus memesan mi rebus sampai dua kali, ditambah gorengan dari uwi dan kerupuk yang tadi kubeli saat berangkat dari kantor.
Bulan purnama yang malam itu terlihat penuh tanpa cela, turut juga berbahagia bersama kami, seolah dia berkata teruskan perjuangan, aku selalu setia menjagamu dikala engkau bersyukur kepada yang memberimu penghidupan.
Asyiknya diskusi membuat kami lupa waktu, sampai dentang jam dinding di masjid itu berbunyi satu kali. Karena sudah jam satu malam, setelah kita sholat malam, aku dan ahmad memutuskan mabit di masjid yang indah itu. Untuk besoknya kita ke plasa mandiri meretas harapan yang semakin terbuka lebar. Alhamdulillah.