Tuesday, February 19, 2008

menjaga nama baik saja tidak cukup

kemarin siang saya diskusi dengan rekan bisnis yang selalu memberi inspirasi-inpsirasi yang luar biasa. banyak hal yang bisa diambil dengan cara seperti ini, ada argumentasi, lalu dipatahkan, di balas dengan 'teori' pengalaman dan seterusnya. pokoknya kalau kita ketemu pasti banyak saling menginspirasi. itulah gunanya teman dalam berbisnis.
ketika kemarin lusa saya menulis mengenai 'jaga nama baik anda' ternyata dari brainstorming tersebut tercetus sebuah insight baru, bahwa itu saja tidak cukup, kenapa ?,
karena based off pengalaman ada sesuatu yang lebih penting yaitu adanya komitmen.
begini ceritanya (ini kisah nyata lho),
tahun 1998, sebutlah ada dua pemuda ( didi dan dodo) yang ingin menjadi TDA (mau berbisnis), keduanya lalu mengikrarkan diri untuk take action membuka usaha service komputer dan serba-serbinya (impian mereka akan menjadi Bill gates dengan Microsoft atau sergey brin dan Larry page dengan Google-nya.
dalam perjalanan waktu, karena sesuatu hal keduanya berpisah dan mendirikan 'bendera' baru, dalam bisnis yang sama... mereka bekerja mencari pasar masing-masing.
======
tahun 2008 ini adalah tahun pembuktian keduanya, didi saat ini masih berkutat dengan service komputer. sedangkan dodo sudah menjadi pengusaha sukses yang tidak lagi ke lapangan.
tahun 2007 bulan september kemarin, mereka ketemu di aceh, bedanya adalah kalau didi saat itu sedang mengerjakan pekerjaan outsource dari sebuah perusahaan (masih di kerjakan sendiri), sedangkan dodo saat itu sedang menginspeksi bisnis barunya di bidang trading hasil laut ( apa ya hubungan nya dengan komputer ? ), sementara bisnis komputer dan IT nya sudah di serahkan kepada managernya dan bisnis propertynya di urus oleh rekan bisnisnya yang lain (jadi inget AA Gym) .
=====
kalau kita cermati tampak perbedaan yang curam antar keduanya, sementara didi masih berkutat dengan kabel dan mother board, dilain pihak dodo sudah menjadi pengusaha yang sebenarnya pengusaha.
sebagai pengamat bisnis, saya bisa menyimpulkan bahwa banyak hal yang harus di perhatikan dalam menjalankan bisnis, dalam tulisan saya sebelumnya (jaga nama baik anda), saya bahas bagaimana pentingnya manjaga nama baik, namun itu saja ternyata tidak cukup. alasannya adalah dari mencermati sepak terjang kedua pebisnis diatas.
Di akui, didi orang yang bisa di percaya namun, masalahnya adalah dia tidak bisa memegang komitmen akan apa yang di janjikannya. contohnya adalah saat dia berjanji kepada seseorang, dia dengan mudah melupakan janji itu jika di tengah jalan dia ada janji dengan orang lain, sehingga pelanggan sangat kecewa dengan komitmen yang dibuatnya.
sekali saja orang tidak bisa memegang komitmen maka pelanggan akan pergi dan mesin getok tular akan cepat bekerja. menurut pengalaman, berita buruk itu lebih cepat merajalela dibanding kabar baik.
jadi jagalah nama baik anda dengan tidak sekalipun mengkhianati relasi bisnis anda kemudian peganglah komitmen sekuat anda menggigit sabuk kelapa, sebagai di contohkan Nabi Muhammad ketika dia harus menunggu relasi bisnisnya selama tiga hari karena janji yang sudah diikrarkan.
selamat menerapkan cara bisnis hebat, semoga bisnis anda selalu di limpahi kemajuan dan keberkahan....amin

Monday, February 18, 2008

Jaga Nama Baik Anda

kisah di bawah ini adalah kisah nyata yang amat dekat dengan perjalanan bisnis yang saya lakukan,
sebutlah namanya dedi, dia mengawali bisnis mendahului kami semua, disaat kami semua masih sibuk menghitung uang gaji yang tidak selalu mencukupi kebutuhan sebulan, dia sudah menaiki BMW, disaat saya masih menumpang rumah ortu, dia sudah menempati rumah yang cukup luas di bilangan kelapa dua, tangerang.
itu semua kami ketahui saat di undang reuni di kediamannya, jadi kami bisa melihat hasil kerja kerasnya. bahkan di forum itu pula dia bertestimoni mengenai keberhasilannya meneken kontrak senilai 2 milyar !.
kami semua senang dan bangga ada teman yang berhasil dalam bisnisnya, walaupun kami tidak tahu bagaimana kisah sepak terjangnya.
------
jumat 1 februari 2008 saya bersilaturahmi via telepon dengan salah seorang kawan lama, ada berita yang sangat mengagetkan, ' dedi sekarang sedang jadi buron polisi karena kasus penipuan...' , kata teman saya di ujung telepon, mendengar kabar itu saya tidak terlalu kaget, kenapa? , karena ada kisah yang yang membuat saya sudah bisa menduga masa depan dedi,
begini ceritanya, saat itu dia mempunyai sebuah proyek dan dia meminta kita untuk melakukan testing perangkat, dengan perjanjian ongkos testing Rp. 1.2 juta, namun setelah proyek itu selesai, sampai sekarang 1.2 juta itu belum juga muncul di rekening. kejadian semacam itu juga saya dengar menimpa orang lain yang memang merasa kecewa.
ketika seseorang sudah tidak menjaga citranya, maka image terhadap orang tersebut akan rusak, padahal dalam bisnis yang terpenting adalah kepercayaan, 'trust'.
kalau sering menyepelekan amanah, maka akan banyak pihak yang akan dikecewakan, betapa banyak orang yang akan mendoakan hal buruk, padahal doa orang yang terdzalimi itu amat manjur !.
Bukankah dengan demikian orang tersebut sedang menggali kuburannya sendiri ?!.

ada lagi kisah teman saya yang namanya fatih, dia termasuk kawan yang beridealisme tinggi, sejak lepas dari pendidikan dia tidak mau bekerja, mengawali bisnis dari awal sekali, berbagai usaha di gelutinya, dari jualan lele ke warteg2 hingga membuka kursus komputer.
suatu saat usahanya bangkrut, yang menyebabkan dia harus melunasi uang para investor. kalau dihitung-hitung saat itu assetnya tidak mencukupi untuk membayar hutang.
dengan elegan dia datangi satu-persatu investornya, dia katakan bahwa usahanya jatuh, namun dia berkomitmen akan membayar hutang-hutangnya.
lain hari dia datangi para investornya, dia katakan bahwa dia sedang merintis usaha baru, beliau menawarkan dua pilihan apakah uang yang dulu belum di kembalikan akan di hitung sebagai pinjaman atau akan di masukan kedalam saham pada usahanya yang akan datang.
singkat cerita usaha Fatih saat ini luar bisa maju, saham para investornya saat ini sudah berlipat-lipat jumlahnya karena memang tidak diambil, namun fatih selalu menginformasikan dan membayar saat sang investor meminta cash.
keberhasilan fatih tidak terlepas dari dipegangnya prinsip untuk tidak merusak nama baik.
Sekedar informasi saat ini Fatih sudah bisa dikatakan pensiun dini, dengan perusahaan yang sudah beromzet milyaran, ditambah beberapa propertynya yang menghasilkan passife income. tinggal mengembangkan saja....
------
Perlu di ketahui bahwa kalau kita sudah men'deklare'kan diri kita sebagai pebisnis maka umur kita dalam bisnis itu bukan dalam hitungan bulan, namun seterusnya, long time. untuk itu nama baik amatlah vital untuk di jaga. karena sekali nama kita cacat, maka dunia bisnis tidak akan menerima kita untuk berkarya lebih jauh. kecuali kita bisa membuktikan telah memperbaikinya.

Apabila nama baik kita dalam bisnis harum, maka akan banyak yang akan mendatangi kita, seperti banyaknya semut yang mengerubungi gula.
saya berdoa kepada anda yang membaca artikel ini semoga usaha anda berkah dan bisa terus menjaga kepercayaan mitra bisnis anda.

Friday, February 15, 2008

sakit itu memberiku ingatan....

sebulan lebih saya tidak berdaya, seingatku hal itu berawal tanggal 3 januari, kepala rada pusing, saat menyetir lengan kanan serasa kehilangan tenaga, sesampainya di kantor sekitar jam 14.00, saya tertidur pulas di kursi kerja....
esoknya saya putuskan tidak ngantor, karena badan serasa kehabisan stok tenaga, berjalan ke masjid saja sudah 'ngos2an' , badan agak demam, kepala sedikit pusing, ini alamat saya harus menunaikan hak jasmani.

saya tunggu selama tiga hari apakah ini sakit flu atau gejala typus yang memang pernah saya alami 3 tahun terakhir ini.
tiga hari lewat namun kondisi tubuh belum juga membaik, belajar dari tahun lalu, saya langsung siapkan diri opname di rumah sakit.
setelah cek darah di rumah sakit Qadr, dokter jaga bilang kalau gejala typus saya positif dan dia hanya minta rawat jalan saja.

hingga habis obat yang diberikan namun badan belum juga sembuh, setelah search di internet mengenai obat tradisional untuk gejala typus, saya konsumsi vermint (obat dari cacing) bahkan saya juga konsumsi cacing hidup yang di blender, namun setelah sepekan belum juga sembuh....

tanggal 22 januari saya bertekad akan istirahat di rumah sakit apapun saran dokter nantinya!, namun apa daya, semua rumah sakit full booked :(
rupanya sedang musim orang sakit ....
paginya saya masuk di rumah sakit global medika, rumah sakit baru di daerah kebon nanas, diseberang serpong town square...

setelah di USG (spt melihat janin) ternyata Allah menunjukan penyakit lain yang ada di tubuh ini, adanya pelemakan di hati atau bahasa kedokterannya fattyliver, menurut dokter hal ini karena pola makan dan jarangnya olahraga. terlihat juga beberapa batu yang menyebar di ginjal, yang katanya berpotensi menyumbat saluran kemih,
Alhamdulillah sakit ini memberi warning di awal.
27 januari 2008, dihari yang sama dengan wafatnya Pak Harto, saya bisa pulang. lima hari saya di rumah sakit menyebabkan saya tidak bisa hadir dalam milad TDA.

biasanya setelah dari rumah sakit aku bisa langsung sembuh, namun kali ini setelah 3 hari istirahat di rumah kok gak kunjung pulih, batin ini berteriak , Ya Allah berilah kekuatan untuk menjaga keikhlasanku dalam musibah ini.....,
terbayang bagaimana kepasrahan nabi ayub saat di uji oleh Allah, ini belum apa-apanya.
dalam kesendirian tengah malam, aku minta doa dan nasehat pada teman-teman dekat,
pagi hari, nasehat itu berdatangan,
deretan SMS yang membuat diri ini harus mengevaluasi diri...

'kadang Alloh ingin mengingatkan akan ksh sayang dan kekuasaannya, coba hdrkan hati, jsad n pikir kita akan hal itu, mhn dg kelmhan diri akan kesemhan kt'.
----
'akhi pagi ini ana baca hadits qudsi; 'jk sbh cbaan mnimpa Mu, mintalah pertlngan pd KU, dg membc lahaula...jk engkau skit, sembuhkan dg sedekah'
----
'Bl engkau sakt, doktr manakah slain diri-Ku yg mamp menyembuhknmu? engkau mngdukan ksusahnmu pd Ku, namun engkau tdk mau mnerma surat takdir KU'
----
hadits Qudsi,'jgnlah engkau smp melpkan Ku, sbab jk dmikian mk Aku akn mmnuhi hatimu dg kefakiran, fiskmu akn mrsa kpyhan dan kelthn, dan dadamu akn trsa sesak dlm ksusahan'.

tiba-tiba diri ini serasa tersadar, ada sesuatu yang terlewatkan,
sejauh manakah 'nrimo'nya kita, dengan musibah ini?,
apakah ada hak orang lain yang masih di rekening kita?,
sudah sejauh mana kau pasrahkan kesembuhan hanya pada Allah?,
seserius apakah ibadahku kepada sang pencipta?,
sesering dan sebanyak apa kau istighfar pada-Nya ?
..........
banyak hal yang harus di perbaiki dan dilaksanakan........

:::::::::

senin 4 februari aku kembali beraktifitas, berangsur2 kesehatanku pulih, alhamdulillah, banyak pelajaran dan hikmah selama sakit ini, sengaja semua ini saya tulis sebagai pengingat di hari kemudian untuk selalu 'eling'......

Monday, November 19, 2007

Tepuklah pundak karyawan anda....

Karyawan adalah juga manusia, jadi sejauh mana kita bisa memanusiakan karyawan, sebesar itu pula loyalitas seorang karyawan kepada perusahaan. Menyambut workshop mengelola karyawan sabtu besok, ada keinginan untuk berbagi pengalaman bagaimana saya mengelola karyawan, semoga bisa saling menginpisrasi.

Mulanya saya adalah seorang karyawan pada sebuah perusahaan swasta nasional, beberapa kali pindah bagian yang otomatis juga beberapa kali bertemu berbagai tipe atasan. Sehingga dengan pengalaman sebagai seorang karyawan membuat saya mudah untuk berempati kepada para pegawai.

Berikut beberapa kilasan ingatan mengelola karyawan ;

1. Meminta tanpa memerintah
bagaimana perasaan anda kepada seorang karyawan yang melaksanakan tugas setengah hati?, apa yang kita pikirkan terhadap karyawan yang santai sementara pekerjaan menumpuk.
Ketika meminta sesuatu kepada karyawan alangkah baiknya kita lihat dulu situasi dan kondisinya, apakah memang sang karyawan tersebut bisa kita beri order. Ada cara hebat meminta seorang karyawan tanpa kita harus memerintahkan secara langsung. Begini caranya, ketika ada satu pekerjaan yang menumpuk, hampiri dia, kita ajak diskusi mengenai kondisi perusahan yang amat membutuhkan tenaga dan pikirannya, lalu secara perlahan kita arahkan bagaimana dia harus bisa menyelesaikan yang memang menjadi pekerjaannya.
Contohnya seperti ini, ‘ don, saya di target sama perusahaan untuk segera menyelesaikan laporan pekerjaan pekan kemarin segera, menurut kamu bagaimana ya?’
Kalau sang karyawan peka pasti jawabnya seperti ini ‘ oh ya pak hari ini akan saya selasaikan laporan keuangannya, nanti sore saya serahkan ke bapak’. Nah, kalau kita sudah ngomong begitu tapi karyawan kita masih bengong.... pecat ajah...:)

2. Curhat
Salah satu obat menghilangkan stress adalah dengan melakukan curhat kepada orang lain. Begitu juga dengan karyawan kita, mereka membutuhkan pelampiasan gundah gulana, permasalahan pekerjaan dan lain sebagainya.
Kami sengaja menggaji karyawan tidak dengan transfer, namun kami berikan cash, kenapa?, karena kami gunakan pembagian gaji tersebut sebagai ajang curhat karyawan secara pribadi. Selain curhat seluruh karyawan setiap bulan dan acara outing tiap tahunnya. Biasanya setiap tanggal 25 satu persatu karyawan saya panggil keruangan. Di situ akan bermunculan berbagai masalah, dari masalah bagian keuangan yang seret ngalirnya, sampai masalah anak yang sakit.

3. bahasa yang lebih ‘empuk’
coba anda bandingkan ‘rasa’ dari beberapa perintah berikut ini,
a. ‘ hei kamu ke ciputatnya naik motor aja, jangan pake mobil ntar boros !’
b. ‘eh, ruangan teknisi ini kotor sekali seh, emang gak ada penghuninya ya?’
c. ‘ mas untuk ke ciputatnya nanti pakai motor aja ya biar cepat,sekarang khan musim macet ya...?’
d. ‘ teman-teman, enak kali ya kalau ruangan teknisi ini bersih, siapa yang hari ini kosong, bisa ya beres-beres...?’

saya sering mengistilahkan kata-kata yang semacam c & d dengan bahasa yang ‘empuk’, karena lebih nyaman didengar telingga. Kadang kita apabila sedang emosi sering terlepas kata-kata yang didengar orang lain itu menusuk hati. Ugh.
Namun jika hal ini sudah menjadi terbiasa, maka kita akan selalu bisa mengontrol apa yang keluar dari mulut kita.

4. Hargai kemanusiaannya
manusia itu punya hati dan perasaan, untuk memggugah kreatifitasnya tidak bisa dengan menjatuhkan harga dirinya. Ambil potensi anak buah kita dengan memaksimalkan posisinya sebagai manusia terhormat. Biasanya setiap sore saya keluar ruangan, apabila ada yang pulang dari lapangan saya selalu menanyakan dari pelanggan apa, bagaimana progress pekerjaannya, apakah ada kendala, apa ada cerita lucu, dan sebagainya, setelah mereka menceritakan kondisi lapangan, saya selalu katakan, sip, ok, good job, hebat ente, sambil saya tepuk pundaknya beberapa kali

5. Akrab dengan karyawan
Sabtu kemarin satu karyawan saya, belum berhasil dalam suatu pekerjaannya, dimulai dari sore hingga jam dua pagi, belum berhasil mengarahkan ke satelit. Siang harinya ketika dia mulai kerja lagi, saya telepon dan saya katakan, ‘ wan, ane yakin ente pasti bisa, khan kemarin ente berhasil naikan satu lokasi?, coba di lihat lagi pelan-pelan apakah ada yang kurang parameternya, kalau perlu ente sholatin tuh antena..  ‘. Alhamdulilah sorenya dia sudah dilokasi lain untuk antena berikutnya.
Lain waktu saya datangi meja salah seorang karyawan yang terlihat santai, sambil duduk dikarpet, kita ngobrol apa ajah dari masalah keluarga, anak, hingga masalah yang sedang hangat saat ini.

6. masalah gaji
Tak bisa dipungkiri bahwa salah satu motivasi orang bekerja adalah untuk mendapatkan uang. Sebelumnya saya ingin mengatakan bahwa pada umumnya kebutuhan mausia itu akan mengikuti besarnya pendapatan yang didapatnya.
Itulah kenapa orang yang bergaji dibawah 1 juta perbulan masih bisa tertawa lepas, sebagaimana orang yang bergaji diatas 10 juta. Tergantung bagaimana seseorang tersebut memandang dan mengelola keuangannya.
besarnya gaji tidak secara mutlak mempengaruhi loyalitas seseorang. Saya berpikir justru kenyamanan dan keamanan bekerja menjadi unsur yang terpenting dari seorang karyawan.

7. managemen kekeluargaan
Alhamdulillah dari awal kami berdiri prosentase pegawai keluar boleh dibilang dibawah 10 %, itupun yang keluar bukan karyawan kunci. Satu tahun yang lalu ada seorang karyawan kunci memberitahu bahwa ada tawaran pekerjaan yang gajinya lebih tinggi. Awalnya kami khawatir, kalau dia keluar bisa bahaya, karena dia memegang kendali atas perwakilan kita diseluruh indonesia. Saya bilang sama teman, gimana kalau kita naikkan gajinya?, tidak kata teman bisnis saya, biar saja dia memilih, alhamdulillah ternyata dia memilih tetap bersama kami. Ini karena dia melihat adanya kekeluargaan yang hangat di sini.

Keluarnya seorang karyawan memang memusingkan kita, namun harus diingat itu adalah sebuah konsekuesni kita sebagai seorang pengusaha. Kita harus siap untuk itu.

Mungkin itu aja dulu sharingnya, masih banyak sebenarnya, Cuma sepertinya harus berhenti dulu. Pekerjaan lain sudah menunggu.
* widoyo2016.blogspot.com *

Thursday, November 1, 2007

BERBAGI DALAM BISNIS


Kemarin sore sambil pulang saya dengerin Smart FM, kebetulan sore itu sedang dibahas bisnis stock option oleh pakarnya yaitu pak Abraham Lembang, banyak hal yang ku tahu dari talk show tersebut, namun ada satu hal yang ku ingat dan sangat mengena, justru bukan masalah stok option, bahwa dalam bahasa mandarin huruf-huruf yang merangkai kata serakah dan miskin itu mirip sekali, jadi kalau mau kaya janganlah serakah, begitu kira kira pesan beliau.

Memang hal itu banyak diajarkan dalam kaidah-kaidah bisnis, dalam Islampun di berlakukan azas berbagi melalui banyak jalan dengan berbagai istilah dan pemahamannya, dari zakat hingga wakaf.

Saya jadi ingat dengan kejadian yang belum bisa terlupakan dalam memori otak ini, bagaimana cerita seorang TDB (pekerja) yang beralih kuadran menjadi TDA (pengusaha), dalam hitungan 2 tahun bisa membukukan sebuah proyek milyaran, namun dalam tahun ketiga orang tersebut mengadu dengan berbagai hutang yang ada di mana-mana, padahal saya tahu bahwa dengan pengelolaan yang baik maka keuntungan dari bisnis tersebut akan berjumlah ratusan juta. Karena saya ikut mengawal proyek tersebut sampai satu bulan sebelum di tanda tanganinya kontrak.

Kenapa antiklimaksnya kok cepat sekali ya ?, analisa saya terhadap kasus diatas adalah karena pengelolaan yang tadinya dua orang lalu diambil sendiri oleh salah seorang diantara mereka, yang mengambil risiko dan keuntungan itu adalah orang yang saya ceritakan diatas. Ada keinginan untuk untung besar, bukankah kalau berdua berarti harus berbagi keuntungan.
jadinya tidak ada yang bisa mengerem saat pengeluaran uang begitu derasnya, dan tidak ada tempat untuk berbagi kendala.

Saya sendiri saat ini sedang menikmati kebersamaan dalam mengelola bisnis yang kami bangun sejak 2002 lalu.

Setelah merenung dan berpikir ternyata memang banyak keuntungan saat kita berbisnis dengan berpartner. Berikut saya mau berbagi, keuntungannya kalau kita berpartner dalam berbisnis. Sila simak,

Satu,
Kita bisa saling melengkapi kekurangan, dan ini terbukti ketika saya memberi second opinian untuk mempertahankan seorang karyawan yang akan dipecat karena suatu kesalahan, ternyata saat ini karyawan tersebut menjadi andalan kita.

Dua,
Sinergi relasi, kadangkala kita membutuhan sesuatu yang itu ada di kepala partner kita, atau sebaliknya kita bisa memberikan masukan akan calon-calon pelanggan potensial.

Tiga,
Melemaskan otot otak, maksudnya apa ?, Pasti itu yang ada dipikiran anda…?
Tanya dech, kesemua orang yang berbisnis, pasti sering stress memikirkan banyak hal, mulai dari taguihan yang belum cair, kelakuan pegawai yang mengkhawatirkan, gajian yang harus di bayarkan, dan banyak hal yang memang menjadi konsekuensi seorang pengusaha (tapi kalau sudah biasa, jadi kebal kok…)
Untuk merelaksasikan otak, perlu sarana untuk berbagi, dan dengan partner bisnislah hal ini bisa dilakukan. Sehingga neuron-neuron dalam otak kita bisa lebih nyaman.

Empat,
Berbagi tangung jawab, lebih focus pada satu pekerjaan akan memaksimalkan hasil, itu kaidah yang saya ambil dengan berjalannya bisnis selama ini. Dengan berpartner kita bisa berbagi tanggung jawab, seperti saat ini saya hanya menangani masalah teknis dan SDM, sedangkan mengenai keuangan dan administrasi dipegang kawan saya. Bukan berarti lepas lho, kita selalu berdiskusi untuk masalah-masalah yang timbul.

Lima,
Mempertinggi kans bisnis untuk terus eksis dan maju, dengan berpartner maka makin banyak yang berkeinginan usaha ini maju. Misalnya kita berpartner tiga orang ( ini yang saya sarankan, tidak lebih!, Nanti saya bahas), maka yang akan memohon kepada Allah, sang pemberi rezeki adalah minimal enam orang (yang sudah beristri ya), belum kalau kita punya anak. Belum lagi kalau masing-masing kita banyak berderma kepada orang yang selalu mendoakan untuk kemajuan usaha kita. Wuih, pokoknya banyak dech yang berkepentingan untuk kemajuan bisnis kita.

Diatas adalah idealitas berpartner dalam bernisnis, bukan berarti single fighter itu tidak bagus lho, banyak juga kok kebaikan dalam berbisnis sendirian, mungkin karena pengalaman saya bagus dalam berpartner jadi itu yang bisa saya tulis.

Tapi ingat keberhasilan bisnis berpartner ada pada TRUST...., betul, kepercayaan!, lihat tulisan saya sebelumnya mengenai TRUST, apabila rasa saling percaya sudah ternodai, maka yakin dech, bisnis tersebut tidak akan lama berjalan.

Kemudian selain TRUST, perlu juga adanya kesepahaman dalam menyikapi mengenai rezeki, karena rezeki itu tidak akan pernah tertukar dari satu orang ke orang lain. Masing-masing sudah ada takarannya. Sudah ada rekeningnya di ‘lauhil mahfudz’ sana. Jadi gak perlu panik ketika orang lain mendapat harta berlebih dari kita. Widoyo2016.

Wednesday, October 3, 2007

Berbagilah.....


‘Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meninta dan orang miskin yang tidak meminta’ QS. 51 : 19

Nukilan ayat di atas aku ambil sebagai ayat pilihan versi ramadhan ini, sebuah ingatan kepada kita untuk berbagi, sebanyak apa kita bisa berbagi maka sebanyak itu pula Allah akan percaya kepada kita.

Pasti, sebagian besar dari kita berpikir bahwa maksud dari berbagi diatas adalah berbagi uang !, atau lebih luasnya berbagi harta kekayaan. ‘Agar harta itu tidak beredar dari segolongan kamu saja’.

Betul memang itu sebagian maksud dari redaksi diatas, namun alangkah bijaksananya jika kita memaknai berbagi tersebut dalam artian berbagi segalanya, dalam artian berbagi segala fasilitas yang Allah berikan kepada kita.

Kecerdasan, keahlian berbisnis, akses informasi, dan hal2 lain yang sejenis, itu semua adalah fasilitas dari Allah yang diberikan kepada kita, dan itu layak untuk kita sedekahkan kepada teman-teman yang saat ini belum beruntung.
Memberi kail lebih cerdas dibanding memberi ikan.

Kalau rumus ustadz Yusuf Mansyur bahwa dengan bersedekah harta kita menjadi semakin kaya ( sudah banyak yang membuktikan lho ), maka ketika kita berbagi ilmu pasti juga akan menambah khasanah berpikir kita, makin banyak kreatifitas dan ide-ide hebat dari semakin kayanya kita dengan pengalaman-pengalaman baru.

Jadi pada momen ramadhan nan mabruk ini mari kita berniat dan mengubah mindset kita mengenai berbagi, berbagilah tanpa reverse, tanpa pamrih.

Wednesday, August 29, 2007

trust itu penting

Bisnis, apapun bentuknya membutuhkan kerja sama dengan orang lain, tidak mungkin kita berbisnis tanpa melibatkan orang lain, untuk mendirikan sebuah usaha baru ataupun untuk menjual suatu barang absolut kita membutuhkan peran orang lain.

Oleh karena itulah maka manusia di sebut juga sebagai makhluq sosial, makhluk yang membutuhkan keberadaan orang lain.

Untuk mengikat kerja sama tersebut maka di lahirkan sejumlah kesepakatan, yang entah secara lisan ataupun tertulis, kanjeng nabi memberikan arahan apabila suatu perjanjian berlangsung dalam jangka waktu yang lama, maka sebaiknya di buat perjanjian dalam bentuk tertulis.

Saat memulai sebuah usaha, maka yang pertama kali diperhatikan adalah azas saling percaya, tidak akan terjalin sebuah bisnis bila rasa saling percaya tidak ada. Tidak mungkin seorang pembeli mau membeli daging sapi bila ia tidak yakin bahwa yang di belinya adalah daging sapi.

Hatta seorang yang menginvestasikan sejumlah uangnya kepada seseorang, maka yang pertama kali harus di miliki sang investor adalah dia percaya dengan yang mengelola uangnya, dia yakin bahwa uangnya akan berputar di tangan sang ahli. Sebuah malapetaka besar apabila sang pengelola mengkhianati kepercayaan investor.

Kerugian yang di tanggung sang investor tidak seberapa dibandingkan dengan kerugian si pengelola. Investor yang kehilangan sejumlah uangnya dapat di gali dari sumber lain, namun bagaimana sang pengelola mau mendapat kembali kepercayaan dalam bisnis, hancur sudah karier bisnis pengelola yang tidak amanah.

Karena kebaikan itu tidak secepat penyebaran berita buruk dari seseorang. Otomatis sejumlah investor akan berpikir berulang kali untuk bekerja sama bisnis dengan seorang yang sudah di stempel ‘tidak di percaya’ dalam bisnis. Apalah arti sebuah keahlian dagang bila sudah tidak dapat di percaya lagi.

Kepercayaan adalah nyawa sebuah bisnis, kalimat tersebut walaupun bukan sebuah hadis, namun kita sebagai pebisnis harus merenungi kata-kata diatas, berapa banyak kisah tragis sebuah kongsi dagang yang hancur hanya karena kehilangan kepercayaan diantara pelaku bisnis. Betapa menyedihkan seorang pedagang yang kehilangan banyak pelanggan setianya, hanya karena para pembeli berpindah toko, karena merasa di tipu dalam transaksinya.

Keterbukaan atau transparansi diantara pebisnis mutlak di perlukan, tanpa adanya transparansi maka akan ada prasangka-prasangka yang mengarah kepada menipisnya kepercayaan, seorang pengelola bisnis dia harus secrara terbuka melaporkan secara detail dan terbuka kas keluar masuk dari sebuah bisnis. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman dengan investor.