Hang tuah yang mahsyur |
selain itu selama dua hari di sana aku tidak jumpai perempuan yang berjilbab lebar, satunya2 yang kulihat saat di musium, dan itu mungkin dari luar,
kebanyakan wanita di kuala lumpur berpakaian yang menurut adat timur tidaklah sopan. kalau kubandingkan secara kasar antar yang menggunakan kerudung dan tidak mugkin hanya 30 persen saja yang berkerudung. sedih rasanya melihat hal ini.
memang dari sisi infrastruktur perkotaan berhasil, tapi dalam mendidik jiwa warganya bisa ku bilang gagal. jauh dibanding jakarta yang terlihat semakin religi. menjadi kebanggaan bila seorang wanita menggunakan hijab.
aku jadi tambah bersyukur bisa hidup di indonesia. semoga para pemimpin kita bisa menjaga adab dan moral rakyatnya. karena itu menjadi syarat kebangkitan sebuah peradapan.
hancurnya kaum luth adalah karena moral yang tidak sebanding dengan kemajuan teknologi mereka.
parameter lainnya adalah ketika aku sempatkan solat isya di masjid jamek. terlihat satu saf saja tidak utuh. padahal letaknya di tengah kota.
sebagai tetangga serumpun tentu aku turut bersedih dengan fenomena ini. kemajuan materi yang tidak dibarengi kemajuan spiritual. akan kering jadinya.
konter hop on hop off |
the bus... |
No comments:
Post a Comment